Hari Anak Nasional 2020

Anak adalah karunia terindah dari Tuhan sekaligus ujian bagi kita orang tua mereka. Karunia terindah, hadirnya seorang anak kehidupan pernikan menjadi semakin bahagia dan lengkap. Karena memang tujuan pernikahan adalah melestarikan keturunan, akan tetapi tidak semua pasangan dengan mudah dikarunia seorang anak, ada yang menunggu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun untuk menunggu karunia Tuhan terindah ini. Anak juga ujian bagi orang tua, bagaimana orang tua mampu mengasihi, mengasuh, dan mendidik anak hingga tumbuh menjadi insan mulia. Ini adalah ujian yang harus disiapkan dan dilaksanakan dengan baik.

Begitu indahnya karuania Tuhan ini, Tuhan menciptakkanya dalam bentuk yang sempurna dari beberapa mahluk yang lain. Anak manusia adalah individu yang terlahir sempurna dengan masing-masing keunikan yang dikaruniakan Tuhan kepadanya. Begitu spesialnya seorang anak, hingga pemerintah Indonesia pun memperingati Hari Anak Nasional (HAN) disetiap tanggal 23 Juli. Dengan maksut sebagai bentuk kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia, supaya anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Bagaimana cara agar anak-anak kita dapat tumbuh secara optimal? Orang tua memliki peran yang sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi seorang anak. Orang tua lah yang kali pertama mengajarkan kepada anak tentang banyak hal, bahkan memperkenalkan kepada Tuhan-nya. Dengan demikian sebagai orang tua dituntut agar terus belajar agar dapat memberikan pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan juga pendampingan kepada anak untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimikinya sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berkemajuan.

Baca Juga : Cara Atasi Tantrum Pada Anak

Sebagai orang tua sangat tidak bijaksana apabila kita hanya menuntut anak kita untuk terus belajar, sementara orang tua tidak mau mengupgret ilmunya dengan terus belajar. Zaman terus berkembang, pun demikian dengan teknologi. Jika kita sebagai orang tua tidak mau belajar, bagaimana kita dapat mengawal tumbuh kembang anak kita secara optimal. Di Hari Anak Nasional ini mari kita menjadi orang tua pembelajar. Orang tua yang selalu terbuka dan haus akan ilmu,orang tua yang bijaksana dan cerdas. Berikut beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai orangtua pembelajar:

  1. Selalu memiliki keinginan untuk terus belajar
    Belajar sepanjang hayat, tentu tidak ada batasan usia bagi seseorang untuk dapat belajar. Belajar tidak harus dibangku sekolah. Belajar bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Sebagai orang tua kita perlu mengupgrad ilmu kita tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Kita dapat belajar baik dengan membaca buku, melalui media internet, dan juga bergaul dengan sesama.
    Jika ingi sukses dengan misi anda sebagai orang tua, lakukan dua hal membaca, dan bergaul.
  2. Terbuka dan mau mempelajari kemajuan teknologi
    Tidak dapat kita pungkiri semakin hari perkembangan teknologi semakin canggih. Apabila kita tidak belajar untuk menguasainya, mungkin suatu hari kita akan direpotkan dengan teknologi tersebut berkaitan dengan anak-anak kita. Semisal dikondisi saat ini, orang tua harus mampu mengorasikan internet, smartphone, dan berbagai aplikasi yang ada. Mulai dari google class, zoom meeting yang dibutuhkan anak-anak untuk melakukan pembelajarn secara daring ditengah pandemic Covid 19.
    Jika anda tidak mau belajar tentang hal itu, bagaimana kita dapat mengawal anak-anak kita untuk melakukan aktifitas dengan baik. Hal kecil, semisal kita tidak mahir mengoprasikan smartphone, maka kita bisa tertipu oleh anak dengan smartphone. Makanya jika terjadi penyalahgunaan smartphone pada anak, jangan hanya menyalahkan anak, orang tua harus intropeksi diri. Mengapa orang tua tidak dapat mengawal anak? Itulah mengapa kita harus menjado orang tua pembelajar, yang cerdas dan terbuka akan teknologi.
  3. Memahami setiap perkembangan anak
    Sebagai orang tua pembelajar, kita juga harus memahami setiap tahap perkembangan anak. Ini sangat berhubungan dengan stimulasi yang kita berikan kepada anak. Stimulasi yang kita berikan untuk mengoptimalkan potensi anak harus sesuai dengan tahapan perkembangannya. Sangat tidak efektif jika kita memberikan stimulasi anak usia 5 bulan dengan cara yang sama pada anak usia 2 th. Itulah mengapa kita harus terus belajar dan belajar sebagai orang tua.

Demikian beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjadi orang tua pembelajar. Agar sukses menjadi orang tua kita harus berjuan agar lulus dalam ujian Tuhan. Menjadi orang tua harus cerdas, bijak dan berpengetahuan. Jangan hanya mengandalkan sekolah saja, sekolah hanyalah media, sebenarnya yang memiliki peran penting untuk optimalkan potensi anak adalah orang tua.

Sekolah bukanlah mesin cuci, anak bukan baju kotor, yang mana jika baju kotor dimasukkan kedalam mesin cuci dikeluarkan langsung bersih. Namun anak membutuhkan proses proses yang berkelanjutan, anak tidak dapat melakukan suatuhal secara instan. Orang tua lah yang berperan penting dengan lebih banyaknya waktu yang dimiliki. Orang tua harus dapat memberikan pengasuhan, pendidikan, dan pendampingan terbaiknya kepana anak. Dengan selalu menjadi orang tua pembelajar.